ANALISIS NILAI KALOR, KADAR ABU DAN KADAR AIR BIOBRIKET KULIT PISANG
DOI:
https://doi.org/10.1902/jripp.v1i2.74Keywords:
Nilai Kalor, Kadar Abu, Kadar Air, Biobriket, Kulit PisangAbstract
Perkembangan zaman pada saat ini meningkat pesat seiring dengan berkembangnya teknologi. Hal ini menyebabkan kebutuhan masyarakat akan kelangsungan hidupnya meningkat pula seiring dengan perkembangan teknologi tersebut salah satunya adalah kebutuhan energi. Pengembangan bioenergi merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan energi dimasa yang akan datang. Penggunaan bioenergi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca serta dapat mencapai pengembangan energi yang berkelanjutan. Briket merupakan salah satu bahan bakar mengandung karbon yang dapat menyala dalam waktu lama dan memiliki nilai kalor yang tinggi. Sampel kulit pisang yang digunakan adalah kulit pisang kepok sebanyak 100 gram. Adapun tahapan analisis Biobriket ini meliputi 4 tahapan penelitian yakni : Tahap Persiapan Bahan Baku, Tahap Karbonisasi, Tahap Pembuatan Perekat, dan Tahap Analisis Nilai kalor, kadar abu dan air. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa kedua sampel Biobriket kulit pisang telah memenuhi ketentuan dari SNI 01/6235/2000 ditinjau dari nilai kalor, kadar air dan kadar abu. Berdasarkan dari hasil analisis yang dilakukan, sampel biobriket B yakni Biobriket kulit pisang dengan perekat tepung tapioka dengan nilai kalor, kadar abu dan kadar air yang baik masing-masing sebesar 5438 Cal/gram, 4% dan 4,2%.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tasya Mardiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



